IKAUNESA.ID,- (Surabaya) – Alumnus S-3 Unesa, Nadia Lutfi Choirunnisamenunjukkan produktivitas akademik yang luar biasa. Salah satu pencapaian prestisius yang diraih adalah keberhasilannya memperoleh Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) dari Kemendiktisaintek selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa penelitian yang dikembangkannya memiliki kualitas dan relevansi tinggi bagi pengembangan pendidikan nasional.
Dosen PGSD Unesa kelahiran Ngawi 8 Juli 1992 itu memang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai investasi masa depan. Orang tuanya, selalu mendorong anak-anaknya menempuh pendidikan setinggi mungkin. “Itu menjadi fondasi kuat dalam perjalanan akademik saya” ujarnya.
Nadia menulis disertasi berjudul Pengembangan Model Pembelajaran Sustainability Context Based on Inquiry-STEAM (SCBI-STEAM) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sustainability Awareness Siswa Sekolah Dasar. Penelitian tersebut menghasilkan model pembelajaran inovatif yang memadukan konteks keberlanjutan (sustainability), pendekatan inkuiri, dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Nadia menjelaskan, model SCBI-STEAM memiliki lima sintaks utama, yakni Sustainability Awareness, Formulate Hypothesis, STEAM Investigation, Explain the Outcome dan Campaign. Melalui tahapan tersebut, siswa tidak hanya diajak berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga membangun kesadaran terhadap isu-isu keberlanjutan yang menjadi tantangan global saat ini. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tersebut valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar,” ujarnya.
Keunggulan penelitiannya tidak berhenti pada disertasi. Selama masa studi doktor, ia berhasil menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, termasuk 2 jurnal kategori Q3. Beberapa publikasinya mengangkat tema STEAM, sustainability, etnosains hingga inovasi pendidikan dasar.
Luaran penelitian yang dihasilkan juga sangat impresif. Dari pengembangan model SCBI-STEAM, Nadia berhasil menghasilkan satu buku ber-ISBN serta lima Hak Kekayaan Intelektual (HKI) utama yang meliputi buku ajar, lembar kerja peserta didik, dan perangkat pembelajaran berbasis model SCBI-STEAM.
Menariknya, seluruh capaian tersebut diraih di tengah fase penting dalam kehidupannya sebagai seorang perempuan. Nadia menyelesaikan penelitian dan disertasinya saat sedang hamil. Di tengah perubahan fisik dan emosional selama kehamilan, ia tetap konsisten menjalankan penelitian, menulis artikel ilmiah, mengelola luaran penelitian, hingga menyelesaikan studi tepat waktu. “Pengalaman ini mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang mencapai tujuan,” ungkapnya.
Selain aktif sebagai peneliti, Nadia juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik sebagai narasumber, penulis soal literasi sains nasional, pelaksana pengabdian kepada masyarakat, serta anggota unit penjaminan mutu. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa masa studi doktor baginya bukan hanya tentang belajar, tetapi juga berbagi ilmu dan memberikan dampak bagi masyarakat pendidikan yang lebih luas. (*)
Reporter: @azhar
Editor: @basyiraidi


