Alumni Jadi Indikator Penting Dampak Pendidikan Kampus

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (Dirmawal) Unesa, Muhammad Sholeh.

IKAUNESA.ID,- (Surabaya) – Keberadaan alumni menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dampak pendidikan yang telah diberikan kampus. Hal itu disampaikan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (Dirmawal) Unesa, Muhamad Sholeh MPd. Karena itu, melalui tracer study yang dilakukan secara berkala, Unesa berupaya memetakan perjalanan lulusan setelah menyelesaikan studi, mulai dari status pekerjaan, bidang profesi, hingga kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi yang diperoleh selama kuliah.

Sholeh menjelaskan, dari tracer study terbaru yang dilakukan, sebanyak 92 persen lulusan Unesa telah bekerja, melanjutkan studi, dan wirausaha, sedangkan yang sudah bekerja 70 persen, sisanya studi lanjut dan berwirausaha. Sementara itu, dari sisi persebaran profesi alumni, lulusan Unesa tidak hanya berkarya di satu sektor tertentu. Sebanyak 46 persen alumni bekerja di perusahaan swasta, sedangkan 16 persen berkarier di instansi pemerintah.

“Selain itu, terdapat alumni yang berkiprah di organisasi multilateral sebesar 4,67 persen serta di lingkungan BUMN dan BUMD sebesar 3,54 persen,” terang Dosen yang berhome base di Fakultas Ilmu Pendidikan itu.

Data tersebut, kata Sholeh, menggambarkan semakin luasnya ruang pengabdian lulusan Unesa. Jika selama ini Unesa identik dengan pencetak tenaga pendidik, kini alumninya hadir di berbagai sektor strategis yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas.

Lebih lanjut, Dosen kelahiran kota Pudak Gresik itu menyampaikan bahwa terdapat kecenderungan baru dalam pilihan karier alumni. Saat ini, semakin banyak lulusan yang memilih berkarier di perusahaan swasta. Bersamaan dengan itu, tingkat keeratan antara bidang pekerjaan dengan kompetensi yang dipelajari selama masa studi juga mengalami peningkatan hingga mencapai 44,7 persen.

Peningkatan tersebut, tambahnya, menjadi salah satu indikator bahwa proses pendidikan yang berlangsung di kampus semakin mampu menjawab kebutuhan pengguna lulusan. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.

Menurut Sholeh, Unesa menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari sektor swasta, pemerintahan, BUMN, BUMD, perusahaan multinasional, hingga berbagai lembaga dari berbagai sektor. Kerja sama tersebut bertujuan memperluas peluang kerja sekaligus membuka akses yang lebih besar bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional.

Tidak hanya itu, kampus juga membangun kolaborasi dengan program studi melalui pemberian berbagai masukan yang berasal dari dunia kerja. Langkah ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan.

Dari sisi pengembangan mahasiswa, Unesa memberikan penguatan karakter dan soft skills melalui berbagai program pelatihan, seminar, konseling, tatap muka, kelas akselerasi, serta fasilitasi informasi lowongan pekerjaan. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan diri, kemampuan beradaptasi, serta daya saing lulusan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Selain itu, kampus juga memperluas kerja sama dan fasilitasi program magang. Pengalaman magang dinilai penting karena dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai budaya dan tuntutan dunia kerja. “Jejaring alumni menjadi salah satu kekuatan penting yang dimiliki Unesa. Baik dalam membuka peluang kerja, magang, maupun pengembangan karier bagi mahasiswa dan lulusan baru,” jelasnya.

Banyak alumni yang memberikan informasi lowongan pekerjaan, menjadi narasumber pelatihan, berbagi pengalaman profesional, hingga berperan sebagai fasilitator dan penghubung dalam program magang. Kehadiran mereka menjadi jembatan yang menghubungkan kampus dengan dunia kerja. Upaya memperkuat jejaring tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan Employer Meeting yang mempertemukan Unesa dengan para pengguna lulusan. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 150 perusahaan dan mitra dari berbagai sektor. “Forum tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi sekaligus membangun ekosistem yang mendukung pengembangan karier mahasiswa dan alumni,” pungkasnya.

Penulis: @Shofi

Editor: @basyir aidi

Share:

Berita lainnya

Unesa Juara Umum Pomprov III Jatim

ikaunesa.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara umum dengan meraih 162 medali, dengan rincian 69 medali emas, 49 medali perak dan 53 medali perunggu. Torehan ini melebihi perolehan medali di Pomprov II Jatim 2023 lalu di Jember yang hanya mengoleksi 100 medali dengan rincian 41 emas, 32 perak

Tertarik Budaya, Alumni FBS Unesa Dalami Pembelajaran BIPA Berbasis Plurikultural

Ketertarikannya terhadap budaya ditambah perjumpaannya dengan mahasiswa asing membuat Meydiana Dyah Pramesty (Meydina) semakin tertarik mendalami kajian berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis Plurikultural. Alumni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabayaberhasil menyelesaikan dua tugas akhir sekaligus, yakni skripsi

Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

© 2026 All Rights Reserved.

Scroll to Top