Ketertarikannya terhadap budaya ditambah perjumpaannya dengan mahasiswa asing membuat Meydiana Dyah Pramesty (Meydina) semakin tertarik mendalami kajian berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis Plurikultural.
Alumni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabayaberhasil menyelesaikan dua tugas akhir sekaligus, yakni skripsi berjudul Pengembangan Video Interaktif ’Etika Kehidupan Sehari-hari’ Berbasis Plurikultural bagi Pemelajar BIPA Dasar” dan artikel ilmiah berjudul Eksplorasi Tuturan Pemelajar BIPA: Representasi Plurikultural melalui Praktik Basa-Basi dalam Komunikasi Antarbudaya”.
Meydina mengaku tertarik mendalami kajian itu karena kecintaan terhadap budaya serta perjumpaan mahasiswa asing dengan kultur Indonesia yang menurutnya menyimpan banyak cerita untuk diteliti. Ketertarikannya semakin berkembang sejak mengikuti perkuliahan BIPA dan dukungan dosennya Ia mendapatkan banyak kesempatan terlibat dalam berbagai kolaborasi, mulai penulisan artikel, penyusunan buku, hingga partisipasi dalam seminar sebagai bagian dari tim.
Selain bidang akademik, Meydiana juga menorehkan prestasi nonakademik. Di antaranya, Peserta Terbaik Putri Orientasi Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Cipta/Baca Puisi Terbaik Festival Bahasa Indonesia tingkat nasional melalui karya Zamrud Khatulistiwa.
Selain itu, ia juga meraih Juara 1 Karya Tulis Mahasiswa Nasional Loka Ilmu UKKI Unesa, Juara 3 Film Pendek Berbahasa Daerah oleh Balai Bahasa Jawa Timur lewat film berjudul Menthil, dan dinobatkan sebagai pemakalah terbaik dalam “The 4th International Conference on Language, Literature, Culture, and Education”.
Tak berhenti di situ, Meydiana juga telah menghasilkan sembilan publikasi ilmiah yang terbit di jurnal terakreditasi SINTA 1, 2, dan 4, yang sebagian di antaranya disusun melalui kerja kolaboratif bersama tim. Beberapa karya tersebut membahas pedagogi budaya lokal, pembelajaran BIPA, linguistik forensik, hingga transformasi digital pendidikan. Ia juga mengantongi tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa buku pelajaran bertema sejarah, sastra lisan, dan ragam kuliner Nusantara.
Meydiana juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan pengabdian masyarakat. Ia kerap dipercaya menjadi pemandu acara dalam kegiatan seni, akademik, hingga forum internasional. Ia juga terlibat program Kampus Mengajar sebagai Ketua Kampus Mengajar 8 di UPT SDN Sidomulyo 1 Tuban, i kontributor wilayah Tuban, dan bergabung dalam Program Surabaya Mengajar di SMPN 36 Surabaya.
Meydiana mengaku dirinya adalah pribadi yang perfeksionis. Jika sudah memulai sesuatu, ia selalu ingin menyelesaikannya dengan hasil terbaik. Menurutnya, sikap itulah yang membuatnya mampu bertahan dan berkembang di bidang yang semula bukan impiannya.
“Kalau sudah memulai sesuatu, saya ingin menuntaskannya sebaik mungkin. Mungkin dari situ saya bisa berkembang,” tegas perempuan yang memiliki falsafah hidup Ditata atine supaya tatag jiwane lan tutug cita-citane (hati harus ditata agar jiwa menjadi kuat dan cita-cita dapat diraih dengan tuntas).
Reporter: Sindy
Editor: Basyir Aidi


