IKAUNESA.ID,- (Surabaya)- Unesa terus berupaya mempersiapkan lulusan yang memiliki kesiapan karier, daya juang, dan kemampuan membangun peluang di tengah dunia kerja yang terus berubah. Salah satunya, yang dikakukan melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (Dirmawal) Unesa adalah memberikan bekal perencanaan karier bagi lulusan.
Direktur Dirmawal, Muhamad Sholeh mengatakan, salah satu fokus utama penguatan mahasiswa saat ini adalah perencanaan karier yang matang sejak sebelum lulus. Mahasiswa perlu memahami bahwa kelulusan bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk memasuki dunia profesional, studi lanjut, maupun jejaring global yang lebih luas.
Unesa, kata Muhamad Sholeh, terus memperkuat ekosistem pengembangan karier melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah job campus hiring, yang dirancang untuk membuka akses kerja lebih luas bagi mahasiswa dan alumni.
“Program ini menjadi jembatan antara kampus dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memastikan lulusan memiliki akses terhadap peluang profesional yang relevan,” ujar Muhamad Sholeh.
Mulai 2026, penguatan tersebut juga diwujudkan melalui pelatihan soft skill yang lebih sistematis, mulai dari penyusunan CV, kesiapan menghadapi rekrutmen, hingga pengembangan kapasitas personal. Menariknya, program ini tidak berhenti sebagai pelatihan biasa, tetapi sedang diarahkan menjadi mata kuliah karier.
“Semester ini masih uji coba untuk mahasiswa semester 5 sebagai mata kuliah pilihan,” terangnya.
Jika implementasinya berjalan optimal, ungkap Sholeh, mata kuliah ini berpotensi menjadi salah satu terobosan penting karena secara khusus membekali mahasiswa dengan orientasi dunia kerja yang lebih nyata.
“Model serupa masih sangat jarang di Indonesia, dan lebih banyak ditemukan di kampus-kampus luar negeri seperti Singapura,” tambahnya.
Untuk memperluas akses mahasiswa terhadap peluang global, jelasnya, Unesa juga bekerja sama dengan Kinobi, pihak ketiga yang memiliki jaringan informasi lowongan kerja dari berbagai sektor dan negara.
“Kolaborasi ini membuka ruang baru bagi mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pasar kerja lokal, tetapi juga memiliki wawasan kompetitif di tingkat internasional,” tegasnya.
Selain dunia kerja, Dirmawal juga memberi perhatian besar pada jalur studi lanjut. Berbagai program seperti webinar road to LPDP, sesi berbagi bersama diaspora penerima beasiswa luar negeri, hingga forum alumni internasional dihadirkan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang peluang pendidikan global.
Meski begitu, Sholeh mengakui bahwa respons mahasiswa terhadap peluang semacam ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pembinaan terus dilakukan agar mahasiswa tidak sekadar mengetahui informasi, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil kesempatan tersebut.
“Kami ingin mahasiswa punya wawasan dan kesiapan, termasuk jika ingin kuliah di luar negeri,” tandasnya.
Selain itu, penguatan relasi alumni juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Unesa tengah mengembangkan Learning Management System (LMS) komunitas alumni yang dirancang sebagai ruang temu lintas generasi, mulai dari alumni era IKIP hingga Unesa saat ini.
“Platform ini bukan sekadar basis data, tetapi ruang berbagi pengalaman, peluang kerja, tips karier, hingga jejaring profesional,” jelasnya.
Melalui LMS tersebut, kata Sholeh, alumni sukses dari berbagai bidang seperti pendidikan, pemerintahan, legislatif, maupun sektor lainnya akan dilibatkan sebagai narasumber dan role model.
“Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi konkret bagi mahasiswa maupun lulusan baru bahwa kesuksesan memiliki banyak jalur,” imbuhnya.
Namun di atas seluruh sistem dan program yang disiapkan, Sholeh menekankan satu hal mendasar yakni resiliensi pribadi. Baginya, kesiapan menghadapi krisis ekonomi, perubahan geopolitik, dan ketidakpastian global juga sangat ditentukan oleh karakter individu.
“Resiliensi yang kuat berkaitan dengan kepribadian, percaya diri, dan mental juang,” ujarnya.
Unesa dapat menyiapkan sistem, pelatihan, dan fasilitas terbaik, tetapi keberhasilan tetap membutuhkan kemauan kuat dari mahasiswa itu sendiri.
“Mental untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak mudah menyerah menjadi kunci penting dalam membangun masa depan.” pungkas bendahara PP IKA Unesa itu.
Reporter: Shofi
Editor: Basyir Aidi


