Alumni Magister Unesa Rancang Chatbot Edukatif, Bisa Diakses Gratis

Ainus Salsabila, Alumni Magister Pendidikan Sains Unesa.

IKAUNESA.ID,- (Surabaya) – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi tercipta dari alumni Unesa program magister (S2) Pendidikan Sain. Dialah Ainus Salsabila, atau yang akrab disapa Selsa yang berhasil mengembangkan perangkat pembelajaran berupa chatbot berbasis STEAM-ESD untuk meningkatkan literasi sains siswa SMA.

Dalam penelitian itu, peraih IPK sempurna 4.00 pada wisuda period eke-119 itu, merancang chatbot edukatif yang dapat diakses gratis oleh siswa selama terhubung dengan internet. Chatbot yang dikembangkan konsepnya mirip seperti ChatGPT, tetapi lebih terarah.

“Materinya dibatasi pada bioteknologi dengan referensi yang jelas dan terjamin,” ujar wisudawan terbaik, Magister Pendidikan Sains Unesa itu.

Selain berbasis teks, chatbot tersebut juga dilengkapi gambar edukatif dan fitur interaktif yang dapat diklik oleh pengguna. Sistemnya dibangun menggunakan metadata yang telah disesuaikan sehingga mampu memberikan jawaban yang relevan dan kontekstual bagi siswa.

Di balik inovasi tersebut, Selsa mengakui bahwa proses pengembangannya tidak mudah. Apalagi, ia tidak memiliki dasar coding yang kuat karena basic keilmuannya Pendidikan Sains. Meski sempat menjadi tantangan saat membuat platform chatbot, ia mampu mengatasi dengan berkolaborasi dengan rekan dari program studi lain.

“Saya belajar banyak dari kolaborasi. Kalau ada error di sistem atau coding, saya diskusi dengan teman yang lebih ahli,” ungkapnya.

Selain itu, pendampingan dari dosen pembimbing, juga menjadi faktor penting keberhasilannya. Ia mendapatkan bimbingan langsung dari dosennya Syifak Indana. Terlebih, penelitian yang dilakukan mendapatkan dukungan penuh karena berhasil lolos pendanaan hibah BIMA.

Perjalanan menuju pendanaan BIMA tidak selalu mulus. Selsa sempat mengalami kekecewaan karena skema hibah pascasarjana yang ditunggu sempat ditiadakan pada 2025. Padahal, ia telah mempersiapkan proposal. Ia merasa usahanya sia-sia, bahkan sempat menangis karena merasa tertinggal dengan teman-temannya.

Namun, ia memilih tidak menyerah. Kondisi tersebut justru ia gunakan untuk menetapkan target pribadi lulus lebih cepat. Berkah kesabarannya, peluang yang ditunggu akhirnya datang. Skema hibah BIMA kembali dibuka dan ia langsung memanfaatkan dengan maksimal. Hasilnya, Selsa tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga menjadi mahasiswa pertama di angkatannya yang melaksanakan seminar proposal dan sidang tesis.

Selain fokus pada akademik, Selsa juga aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan. Ia terlibat program Education for Sustainable Development (ESD) Indonesia bekerja sama dengan Unesa dan Universitas Pendidikan Indonesia.

“Saya berperan sebagai pendamping dan penilai program pembelajaran lingkungan untuk siswa SD hingga SMA,” terangnya.

Selain itu, ia juga aktif sebagai pelatih karya ilmiah remaja, tentor, hingga terlibat dalam hilirisasi penelitian dosen. Pengalaman tersebut semakin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Bagi Selsa, keberhasilan bukan hanya soal hasil, tetapi proses yang membentuk diri menjadi lebih baik. Ia memegang tiga prinsip utama dalam menjalani Pendidikan yakni ketekunan, integritas, dan kemampuan beradaptasi.

“Saya percaya, tidak semua usaha dipermudah, tapi yang berusaha pasti berubah,” tegasnya.

Ke depan, ia bercita-cita menjadi akademisi sekaligus wirausahawan di bidang pendidikan. Ia ingin membuktikan bahwa masa depan bukan sesuatu yang sudah tersedia, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan.

Reporter: Azhar

Editor: Basyir Aidi

Share:

Berita lainnya

Unesa Juara Umum Pomprov III Jatim

ikaunesa.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara umum dengan meraih 162 medali, dengan rincian 69 medali emas, 49 medali perak dan 53 medali perunggu. Torehan ini melebihi perolehan medali di Pomprov II Jatim 2023 lalu di Jember yang hanya mengoleksi 100 medali dengan rincian 41 emas, 32 perak

Talkshow IKA Unesa: Akses Pendidikan, Industrialisasi dan Pemberantasan Korupsi jadi Solusi

IKAUNESA.ID,- SURABAYA—Masa depan Indonesia yang tergambar dalam visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan kualitas manusianya. Kualitas manusia ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Karena itu, akses dan kualitas pendidikan harus benar-benar diperhatikan. Setelah anak-anak bangsa berproses melalui pendidikan, maka selanjutnya adalah perlu industrialisasi untuk menyerap sumber daya dan kompetensi yang dihasilkan. Di

Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

© 2026 All Rights Reserved.

Scroll to Top