Petakan Perjalanan Lulusan, Unesa Perkuat Tracer Study

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof Dr Martadi MSn

IKAUNESA.ID,- (Surabaya) – Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof Dr Martadi MSn mengatakan bahwa kampus secara konsisten memetakan perjalanan para lulusan melalui tracer study yang dilaksanakan setiap tahun. Melalui mekanisme itu, Unesa dapat mengetahui secara rinci persebaran alumni, bidang pekerjaan yang ditekuni, lokasi tempat bekerja dan masa tunggu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus.

Menurutnya, tracer study tidak hanya mencatat lulusan yang bekerja, tetapi juga mereka yang memilih berwirausaha maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, Unesa memiliki gambaran mengenai perjalanan karier alumninya setelah menyelesaikan pendidikan. Tidak sedikit lulusan Unesa yang kemudian berkiprah di sektor nonkependidikan. Sebagian menjadi profesional di industri perbankan, pelaku usaha, birokrat, politisi, hingga pemimpin daerah.  

“Kampus tidak dapat membatasi pilihan karier lulusannya karena setiap individu memiliki kesempatan dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan profesi yang akan dijalani. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan bahwa lulusan memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara positif di bidang yang mereka pilih,” terang Martadi.

Karena itu, evaluasi terhadap kualitas lulusan tidak hanya dilakukan melalui alumni, tetapi juga melalui para pengguna lulusan. Unesa secara rutin meminta masukan dari perusahaan, lembaga, maupun institusi yang mempekerjakan alumninya. Pendapat para pemangku kepentingan tersebut menjadi dasar penting dalam proses penyempurnaan kurikulum dan pengembangan pembelajaran.

Data sebaran alumi Unesa

Selain itu, persebaran alumni yang semakin luas juga memberikan dampak positif bagi perkembangan institusi. Pakar pendidikan Unesa itu menilai, kontribusi lulusan yang bekerja di tingkat nasional maupun internasional turut memperkuat reputasi Unesa sebagai perguruan tinggi yang berdampak.

Alumni juga berperan sebagai penghubung yang memperluas jaringan kerja sama institusi. Keberadaan mereka di berbagai sektor membuka peluang kolaborasi baru, baik dengan dunia industri, pemerintahan, lembaga pendidikan, maupun organisasi internasional. Jaringan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Unesa dalam menghadapi dinamika global.

Kontribusi lain yang tidak kalah penting, kata Martadi, adalah peran alumni dalam berbagi informasi dan peluang karier kepada generasi berikutnya. Banyak alumni yang secara aktif memberikan informasi lowongan pekerjaan, program magang, maupun peluang pengembangan profesional kepada mahasiswa dan lulusan baru. Hubungan tersebut menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan memperkuat ikatan antargenerasi alumni.

Martadi menambahkan, di dunia kerja, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik atau ijazah, tetapi juga oleh kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, berinisiatif, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah. Keterampilan tersebut menjadi faktor penting yang menentukan daya saing seseorang di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat.

“Selain kompetensi dan keterampilan, penting untuk membangun jejaring, kolaborasi, dan integritas. Era saat ini adalah era kolaborasi, di mana peluang sering kali lahir dari hubungan dan kerja sama yang dibangun dengan berbagai pihak. Karena itu, para lulusan perlu aktif menjalin komunikasi dan menjaga hubungan, termasuk dengan sesama alumni Unesa,” tandasasnya.

Reporter: Shofi

Editor: Basyir

Share:

Berita lainnya

Unesa Juara Umum Pomprov III Jatim

ikaunesa.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara umum dengan meraih 162 medali, dengan rincian 69 medali emas, 49 medali perak dan 53 medali perunggu. Torehan ini melebihi perolehan medali di Pomprov II Jatim 2023 lalu di Jember yang hanya mengoleksi 100 medali dengan rincian 41 emas, 32 perak

Tertarik Budaya, Alumni FBS Unesa Dalami Pembelajaran BIPA Berbasis Plurikultural

Ketertarikannya terhadap budaya ditambah perjumpaannya dengan mahasiswa asing membuat Meydiana Dyah Pramesty (Meydina) semakin tertarik mendalami kajian berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis Plurikultural. Alumni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabayaberhasil menyelesaikan dua tugas akhir sekaligus, yakni skripsi

Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

© 2026 All Rights Reserved.

Scroll to Top