IKAUNESA.ID (Surabaya)- Kecintaannya terhadap dunia pendidikan membuat alumnus Program S3 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa itu dengan sukarelamengabdikan diri dalam dunia pendidikan selama puluhan tahun. Perempuan yang kini menjabat sebagai Kepala SD Negeri Ngambon I Bojonegoro itu memiliki pengalaman panjang sebagai guru, instruktur, pengajar praktik, fasilitator, hingga dosen praktisi.
Tercatat, ia pernah menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013, Instruktur Nasional Guru Pembelajar Kelas Tinggi, Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak, Fasilitator Pendidikan Guru Penggerak, serta Fasilitator Nasional Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen bagi Kepala Sekolah.
Selain itu, ia juga dipercaya menjadi dosen praktisi pada Program Studi S1 Manajemen Pendidikan dan S1 PGSD Universitas Negeri Surabaya. Dedikasinya dalam pendidikan juga tercermin melalui berbagai prestasi yang didapatkan.
Prestasi itu, di antaranya adalah Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun 2017, Juara II Lomba Penelitian Tindakan Kelas Tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun 2017, Juara II Lomba Penulisan Best Practice Guru Ahli PBG Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 dan Juara III Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2018.
Selain berprestasi dalam bidang pendidikan, Tuwuh juga aktif menulis dan menghasilkan berbagai karya berupa buku dan kumpulan cerpen ber-ISBN Lentera Sang Guru. Di antara karya bukunya adalah Pembentukan Karakter Siswa Melalui Keteladanan Guru, Bahan Ajar Teks Fiksi Cerita Rakyat Bojonegoro untuk Kelas IV Sekolah Dasar.

Kecintaan Tuwuh terhadap lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan intelektualnya. Pada jenjang doktoral, pengalaman tersebut berkembang menjadi penelitian disertasi berjudul Evaluasi Implementasi Program Sekolah Adiwiyata Melalui Model CIPP dalam Menumbuhkan Kemampuan Ekoliterasi Siswa Sekolah Dasar.
Bagi Tuwuh, menyelesaikan pendidikan doktoral sambil menjalankan tanggung jawab sebagai kepala sekolah dan pendidik membutuhkan komitmen, kedisiplinan, serta kemampuan menentukan prioritas. “Saya biasakan menetapkan target dan jadwal, mengerjakan tugas akademik secara bertahap dan tuntas,” ujarnya.
Di balik pencapaian tersebut, ia mengakui peran penting dan dukungan keluarga (suami dan anal-anaknya). Juga kedua orang tuanya (Alm) Tukri dan (Almh) Binatun yang menjadi bagian dari perjalanan hidup membentuk dirinya. “Gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan, tapi justru menjadi bekal untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi orang lain,” tegasnya.
Tuwuh menyampaikan terima kasih kepada sivitas akademika Unesa, Rektor yang telah memberikan beasiswa, Koordinator Program Studi S-3 Manajemen Pendidikan, para promotor, co-promotor, dosen penguji, dekan, jajaran pimpinan, seluruh dosen pengajar, serta tenaga kependidikan di lingkungan Universitas, Fakultas Ilmu Pendidikan, hingga program studi S-3 Manajemen Pendidikan.
Apresiasi dan terima kasih juga ia sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan izin dan dukungan selama menjalani pendidikan. Dukungan dari masyarakat sekolah, kolega, teman-teman S-3, serta berbagai pihak lainnya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.
Penulis: @azhar, Editor: @basyir


