Alumni FIP Kembangkan Aplikasi Assemblr Edu untuk Media Pembelajaran

Rachel Zevanya Davian Silitonga, alumni prodi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya

IKAUNESA.ID,- (Surabaya) – Inovasi media pembelajaran berhasil dikembangkan alumni prodi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya Rachel Zevanya Davian Silitonga. Dalam penelitian tugas akhirnya, alumni yang akrab disapa Rachel mengangkat topik pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality menggunakan aplikasi Assemblr Edu pada materi penggunaan huruf kapital di kelas 3 sekolah dasar.

Perempuan yang menjadi Wisudawan Terbaik dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) pada wisuda periode ke-119 itu menjelaskan mengenai latar belakang penelitian yang dilakukan. Ia mengatakan, penelitian itu dilatarbelakangi masih rendahnya pemahaman siswa terhadap kaidah dasar Bahasa Indonesia dan minimnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Melalui penelitian tersebut, peraih IPK 3,95 predikat pujian itu berhasil mengembangkan media pembelajaran yang interaktif dan mudah digunakan. Hasilnya, ada peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam proses belajar. “Inovasi ini juga telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan akademik saya,” ujarnya bangga.

Sejak awal, perempuan kelahiran Surabaya 1 Oktober 2003 ini mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi guru. Sebab, ia termasuk tipe pemalu dan introvert.  Karena itu, ia sempat ragu memilih jalur pendidikan sebagai tempat berkuliah. Namun, berkat pengalaman melayani sebagai guru Sekolah Minggu di gereja mengubah cara pandang Rachel terhadap profesi pendidik. “Melalui interaksi sdengan anak-anak dalam kegiatan pembelajaran di Gereja, saya mulai merasakan kebahagiaan ketika melihat mereka mampu memahami hal-hal baru,” tuturnya.

Ia pun mantap memilih Program Studi S1 PGSD Unesa untuk mewujudkan mimpinya menjadi guru. Selama menempuh pendidikan, ia tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga belajar memahami karakter anak dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak. Ia juga menambah pengalaman melalui berbagai program, seperti Program Kampus Mengajar dan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) untuk mengasah keterampilan mengajar.

Bagi Rachel, tantangan saat praktik mengajar di lapangan adalah menjaga siswa agar tetap fokus dalam pembelajaran. Dari situ, ia belajar bahwa guru harus kreatif dan benar-benar memahami kebutuhan siswa. Keberhasilannya meraih prestasi akademik juga tidak lepas dari strategi belajar yang konsisten. Rachel menerapkan prinsip Ora et Labora berdoa dan bekerja sebagai fondasi dalam menjalani perkuliahan. “Keberhasilan bukan hanya tentang usaha besar sesekali, tetapi tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Di tengah kesibukan perkuliahan, Rachel tetap aktif mengajar les dan melayani sebagai guru Sekolah Minggu di Gereja sejak 2021. Keterlibatan dalam pelayanan tersebut tidak hanya membentuknya menjadi pribadi yang lebih sabar, bertanggung jawab, dan peka terhadap kebutuhan anak, tetapi juga memperkaya pemahamannya dalam menyampaikan pembelajaran non-akademik berbasis nilai-nilai keagamaan.

Bagi Rachel, motivasi terbesar dalam meraih prestasi adalah keinginan untuk menjadi pendidik yang berdampak, sekaligus memberikan kontribusi bagi keluarga. Ia percaya bahwa setiap proses yang dijalani, termasuk tantangan dan kegagalan, merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kualitas diri.

Reporter: Ja’far

Editor: Basyir Aidi

Share:

Berita lainnya

Unesa Juara Umum Pomprov III Jatim

ikaunesa.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara umum dengan meraih 162 medali, dengan rincian 69 medali emas, 49 medali perak dan 53 medali perunggu. Torehan ini melebihi perolehan medali di Pomprov II Jatim 2023 lalu di Jember yang hanya mengoleksi 100 medali dengan rincian 41 emas, 32 perak

Tertarik Budaya, Alumni FBS Unesa Dalami Pembelajaran BIPA Berbasis Plurikultural

Ketertarikannya terhadap budaya ditambah perjumpaannya dengan mahasiswa asing membuat Meydiana Dyah Pramesty (Meydina) semakin tertarik mendalami kajian berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis Plurikultural. Alumni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabayaberhasil menyelesaikan dua tugas akhir sekaligus, yakni skripsi

Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

© 2026 All Rights Reserved.

Scroll to Top