Kiat Sukes Ika Wahyu Amelia, Anak Buruh Pabrik yang Jadi Lulusan Terbaik FEB Unesa

Ika Wahyu Amelia, mahasiswi S-1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unesa menjadi wisudawan terbaik periode ke-117 .

Ika Wahyu Amelia, mahasiswi S-1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unesa dinobatkan sebagai wisudawan terbaik periode ke-117 dengan IPK 3,93. Ika, yang merupakan anak buruh pabrik itu membuktikan bahwa dengan kesungguhan dan niat belajar dapat mengubah keterbatasan menjadi pencapaian yang gemilang.  

Menjadi yang terbaik sebenarnya tak pernah menjadi targetnya. Ia cuma ingin kuliah untuk cari ilmu, pengalaman, dan realitas dunia pendidikan. Karena itu, ketika menjalani perkuliahan, ia mengalir saja. “Tapi, di tiap semester, saya selalu belajar dan evaluasi diri biar bisa lebih baik,” ujarnya.

Ika lahir dan besar di Gresik. Ia tumbuh sebagai anak tunggal dari pasangan buruh pabrik yang tidak mengenyam bangku kuliah. Meskipun sederhana, kedua orang tuanya selalu memberi dukungan atas pendidikan anaknya.

Ketika keinginan untuk kuliah muncul, persoalan ekonomi sempat membuat langkahnya ragu. Namun, Ika memilih berjuang. Ia mencari informasi beasiswa, menyiapkan berkas sendiri, dan mendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.  “Saya beranikan diri daftar, alhamdulillah keterima. Itu meringankan beban orang tua saya banget,” ujarnya dengan mata berkaca.

Perjalanannya di dunia akuntansi dimulai sejak duduk di bangku SMK Yapalis Krian, jurusan Akuntansi. Dari situ, ia menemukan ketertarikan mendalam pada angka dan analisis. Ia suka dengan berbagai hal yang berhubungan dengan angka, seperti menghitung. “Ketika diterima di Unesa pada 2021, saya merasa jalan menjadi pendidik akuntansi itu semakin jelas dan nyata,” ungkapnya.

Pandemi membuat masa awal kuliahnya tidak mudah. Ia harus menjalani dua semester pertama secara daring dan beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru yang serba virtual. Namun, Ika bukan tipe yang mudah menyerah. Ia memanfaatkan waktu luang dengan membuka les privat di rumah untuk siswa SD, SMP, SMA, hingga SMK.  “Sebelum program Kampus Mengajar, saya memang sudah jadi guru privat. Kalau anak SD–SMP, saya ajari pelajaran umum, kalau SMA–SMK fokusnya akuntansi,” tuturnya.

Dari aktivitas itu, ia tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga menemukan panggilan hatinya sebagai pendidik. Ini sesuai dengan motto hidupnya yakni kalau kamu punya ilmu, bantulah dan sebarkan kepada orang lain. Ia bahkan tidak membuka les besar-besaran, melainkan hanya mengajak teman-teman sejurusan berdiskusi. “Banyak teman dari luar jurusan akuntansi yang belum paham dasar-dasarnya. Kalau mereka tanya, saya bantu jelaskan. Buat saya, ilmu nggak akan habis kalau dibagi,” ungkapnya.

Ketekunan dan kepeduliannya pada pendidikan membawa ia ke berbagai pengalaman lapangan. Di Ia menjadi peserta Kampus Mengajar Angkatan 7 di SDN 175 Gresik, membantu siswa-siswa sekolah dasar belajar literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi. Setelah itu, Ika menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMKN 1 Surabaya, mengajar mata pelajaran Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) di tiga jenjang sekaligus kelas 10, 11, dan 12. Ia juga dipercaya menjadi pembimbing siswa Lomba Kompetensi Siswa (LKS) jurusan AKL.

Selain akademik, Ika juga aktif di organisasi kampus. Di ICE FEB Unesa, ia didapuk sebagai Wakil Kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDMM). Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Pelaksana kegiatan Training Center dan Bendahara dalam Webinar Nasional Kewirausahaan. “Lewat organisasi saya belajar tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama tim. Itu modal besar untuk dunia kerja,” katanya.

Baginya, dunia akuntansi punya peluang luas, baik di ranah profesional maupun pendidikan. Jika menjadi akuntan, bisa kerja di berbagai sektor. Pun jika jadi guru, bisa membentuk generasi baru yang melek finansial. “Dua-duanya sama-sama mulia,” ujarnya penuh keyakinan.

Kini, setelah resmi menjadi sarjana, Ika masih melanjutkan rutinitasnya sebagai guru les privat. Seminggu penuh ia mengajar dari siang sampai malam. Ia menikmati kesibukan itu karena baginya mengajar adalah bentuk pengabdian yang nyata. Ia tidak ingin berhenti di situ. “Kalau ada kesempatan, saya ingin lanjut S-2. Saya ingin memperdalam pendidikan akuntansi biar bisa jadi dosen,” ucapnya mengakhiri wawancara.

Reporter: @putra

Editor: @basyir

Share:

Berita lainnya

Unesa Juara Umum Pomprov III Jatim

ikaunesa.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara umum dengan meraih 162 medali, dengan rincian 69 medali emas, 49 medali perak dan 53 medali perunggu. Torehan ini melebihi perolehan medali di Pomprov II Jatim 2023 lalu di Jember yang hanya mengoleksi 100 medali dengan rincian 41 emas, 32 perak

Talkshow IKA Unesa: Akses Pendidikan, Industrialisasi dan Pemberantasan Korupsi jadi Solusi

IKAUNESA.ID,- SURABAYA—Masa depan Indonesia yang tergambar dalam visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan kualitas manusianya. Kualitas manusia ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Karena itu, akses dan kualitas pendidikan harus benar-benar diperhatikan. Setelah anak-anak bangsa berproses melalui pendidikan, maka selanjutnya adalah perlu industrialisasi untuk menyerap sumber daya dan kompetensi yang dihasilkan. Di

Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

© 2026 All Rights Reserved.

Scroll to Top