Muhammad Ainurrofiq Anwar Buhang merupakan alumni Fakultas Teknik Unesa. Alumni kelahiran Mojokerto, 28 Agustus 2002 itu berhasil mengumpulkan segudang prestasi.
Di antara prestasi itu adalah Lolos Pendanaan Program Penguatan Kapasitas Ormawa (Kemendikbud) 2023, 1st Winner Call for Paper HMPS Banking Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2023, 1st Winner LKTI – HMP Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, 2023, 1st Winner LKTI INOVATION – KSPM FEB Universitas Pekalongan, 2023, 1st Winner LKTIN EVOST – BEM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja Madura, 2023 dan beberapa prestasi lainnya.
Ainurrofiq menulis skripsi berjudul “Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Baby Blues Pasca Melahirkan Menggunakan Metode Certainty Factor”. Dalam skripsi itu, ia mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan aspek psikologis melalui metode certainty factor untuk membantu deteksi dini baby blues syndrome.
“Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat diagnosis awal, tetapi juga memberikan edukasi dan rekomendasi tindak lanjut solusi inovatif di bidang kesehatan mental ibu pasca-melahirkan,” terangnya.
Ketertarikannya terhadap dunia Teknologi, logika dan sistem digital yang dapat menjadi solusi masyarakat membawa lelaki asal Mojokerto ini memutuskan berkuliah di Program Studi S-1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Unesa. Ketertarikannya muncul karena kesenangannya bereksperimen membuat aplikasi sederhana sejak duduk di bangku sekolah.
“Saya semakin tertarik menekuni bidang informatika dan menjadi bagian dari perkembangan teknologi dunia,” ungkapnya.

Bagi Ainurrofiq, perkuliahan di Unesa menjadi masa yang penuh kesan dan penuh pembelajaran. Di kampus, ia tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah dan bisnis nasional, berorganisasi, serta mengembangkan proyek-proyek digital. Berbagai pengalaman itu membuat Ainurrofiq menjadi lebih tangguh dan adaptif.
Untuk menyeimbangkan kuliah dan kesibukannya itu, ia selalu membuat jadwal prioritas. Ia berprinsip tidak emilih salah satu, tapi menjadikan keduanya saling mendukung. Hal ini juga menjadi tantangan bagi Ainurrofiq, utamanya dalam membagi waktu. Beruntung, ia mendapatkan banyak dukungan untuk mengatasi berbagai kesulitan tersebut.
Dalam metode belajar, ia menerapkan strategi belajar aktif yaitu memahami konsep, bukan menghafal. Ia juga rutin membuat rangkuman digital, berdiskusi dengan teman, dan mencari sumber tambahan dari jurnal atau dokumentasi resmi. Dengan usahanya tersebut, putra dari Imam Buchori (Alm) dan Hirawati Buhang tersebut berhasil mempertahankan prestasinya.
Orang tua menjadi motivasi terbesarnya untuk terus maju dan mengembangkan diri. Doa dan kepercayaan mereka menjadi kekuatan besar di setiap Langkah. Ainurrofiq ingin membuktikan bahwa kerja keraslah yang akan menentukan masa depan, bukan karena latar belakang keluarga. “Jangan takut gagal dan jangan menunggu siap,” ungkapnya memberi pesan.
Lelaki yang memiliki hobi membaca, olahraga, dan nongkrong tersebut juga mendorong mahasiswa untuk memulai dari hal kecil, konsisten, dan berani mencoba. Hal tersebut karena setiap pengalaman menang atau kalah adalah bagian dari proses. Selain itu, membangun karakter tangguh juga penting, bukan hanya IPK tinggi.
Ainurrofiq, yang saat ini sudah bekerja sebagai developer akan terus mengembangkan kemampuannya di bidang teknologi informasi. Tidak menutup kemungkinan, jika ada kesempatan, ia ingin meneruskan studinya dan memperdalam ilmu serta memperluas jaringan.
“Saya berharap Unesa terus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri, menyediakan lebih banyak wadah inovasi seperti startup incubator, serta mendukung mahasiswa untuk aktif berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Semoga mahasiswa dan dosen bersama-sama menjaga semangat learn, create, and impact society,” pungkasnya menaruh harapan.
Reporter: hasna, Editor: Basyir


