Inovasi Dicky Reza, Lulusan FMIPA Unesa, Kembangkan E-LKPD Berbasis Etnopedagogi

a.

Dicky Reza Ferlyano, Lulusan Prodi S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya berhasil membuat inovasi melalui skripsi yang ditulisnya Pengembangan E-LKPD Berbasis Etnopedagogi untuk Melatih Literasi Sains Siswa Kelas X Materi Ekosistem.

Penelitan itu, kata lulusan terbaik dengan IPK 3,87 itu, dilatarbelakangi keresahan akan budaya dari tempat asalnya, Ponorogo yang seringkali dilabeli dengan klenik, mistis atau ketinggalan zaman.

“Saya ingin menunjukkan bahwa budaya dapat pula berhubungan dengan sains, khususnya Biologi,” ujar Top 10 Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2023 itu.

Ia kemudian berinovasi mendesain media pembelajaran interaktif menggunakan budaya Larung Sesaji Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo sebagai konteksnya dan dihubungkan dengan konten ekologi (ekosistem).

“Bahan ajar semacam ini akan memudahkan siswa dalam memahami biologi,” terang lelaki kelahiran Ponorogo, 04 Mei 2003 itu.

Lebih lanjut, Penerima Program Pendanaan dan Wirausaha Merdeka MBKM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2023 mengatakan sudah menyukai ilmu Biologi sejak kecil. Di SMAN 2 Ponorogo, ia tergabung dalam tim olimpiade Biologi, dan kuliah pun memilih Pendidikan Biologi.

“Saya memilih pendidikan biologi karena prodi ini menggabungkan dua keterampilan yang saya sukai” ungkap lulusan yang pernah lolos Pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) 2022 itu.  

Selama kuliah, putra dari Suprapto dan Sriwati ini aktif mengikuti berbagai organisasi. Tercatat, ia pernah menjadi Ketua Kelompok Studi Mikrobiologi (KOSMIK) Biologi Unesa (2023) dan ketua BSO Eco Campus FMIPA Unesa (2023).

Kesibukan yang padat itu membuat Dicky harus mampu mengatur waktu. Karena itu, ia berupaya mengenal kelebihan dan kekurangan diri melalui analisis SWOT. Diakui Dicky, seabrek kesibukan itu menjadi obat baginya mengatasi homesick yang sempat dirasakan.

“Tapi, tetap saya harus mengingat tujuan dan cita-cita awal adalah berkuliah,” ujar penghobi karawitan itu.

Saat menjadi mahasiswa, ada pengalaman berkesan yang dialami Dicky, yakni ketika ikut wirausaha merdeka yang merupakan program MBKM. Kala itu, Dicky bersama dengan tim berhasil membuat produk yogurt antioksidan yang diformulasikan dengan bunga telang dan rosela.

“Kami memproduksinya di Laboratorium Biologi Unesa. Berkat inovasi itu, kami berhasil mendapatkan Top 3 Pitch Desk Competition,” ungkapnya.

Pengalaman lainnya adalah ketika Dicky mengikuti magang mengajar di SIS Semarang yang menggunakan kurikulum Cambridge dengan pembelajaran full bahasa Inggris serta siswa dan gurunya berasal dari berbagai negara seperti India, Jepang, China, Australia dan negara lainnya.

Dicky percaya bahwa untuk meraih sukses tentu harus melewati fase susah dan penuh rintangan. Baginya, terus belajar menjadi kunci mempertahankan prestasi. Ia memberikan porsi belajar lebih banyak saat ujian semakin dekat.

“Bagi saya efektifitas belajar juga penting dengan mengenal tipe belajar seperti auditori, kinestetik, atau visual,” bebernya.

Sebagai anak tunggal, Dicky ingin mewujudkan harapan orang tua dan keluarga yang telah mendukung pendidikannya. Pengagum atlet bulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung itu memberikan beberapa tips sederhana meraih kesuksesan.

Pertama, membuat diagram pembagian otak selama perkuliahan. Kedua, mengalokasikan persentase kemampuan otak tidak hanya untuk akademik, tetapi juga untuk organisasi, prestasi, dan pengembangan keterampilan lainnya.  

Untuk Unesa, Dicky berpesan agar ke depan dapat memiliki banyak mitra dengan beasiswa baik dalam maupun luar negeri dan perusahaan. Selain itu, ia juga berharap akselerasi pembukaan prodi, utamanya pascasarjana diiringi dengan kualitas yang meningkat, sehingga sistem piramida pendidikan akan seimbang.

Setelah menyelesaikan jenjang S-1, Dicky berencana melanjutkan studi hingga jenjang paling tinggi. Setelah itu, ia akan kembali di kampung halamannya, Kabupaten Ponorogo untuk membangun pendidikan di kota asalnya.

Wiwit Kuna Ing Desa Dadi Srana (desa menjadi aspek dasar dalam sebuah pembangunan negara) menjadi komitmen saya dalam membangun dan berkontribusi membentuk negara yang kokoh,” pungkasnya.

Reporter: @hasna

Editor: @basyir

Share:

Berita lainnya

Unesa Juara Umum Pomprov III Jatim

ikaunesa.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampil sebagai juara umum dengan meraih 162 medali, dengan rincian 69 medali emas, 49 medali perak dan 53 medali perunggu. Torehan ini melebihi perolehan medali di Pomprov II Jatim 2023 lalu di Jember yang hanya mengoleksi 100 medali dengan rincian 41 emas, 32 perak

Talkshow IKA Unesa: Akses Pendidikan, Industrialisasi dan Pemberantasan Korupsi jadi Solusi

IKAUNESA.ID,- SURABAYA—Masa depan Indonesia yang tergambar dalam visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan kualitas manusianya. Kualitas manusia ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Karena itu, akses dan kualitas pendidikan harus benar-benar diperhatikan. Setelah anak-anak bangsa berproses melalui pendidikan, maka selanjutnya adalah perlu industrialisasi untuk menyerap sumber daya dan kompetensi yang dihasilkan. Di

Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

© 2026 All Rights Reserved.

Scroll to Top