IKAUNESA.ID,- Deajay Nabila Bellvarosa merupakan alumni Program Studi D4 Tata Busana, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pada gelaran wisuda ke-117 lalu, perempuan asal Surabaya itu berhasil mejadi lulusan terbaik dengan IPK 3,95.
Kecintaan Deajay terhadap desain dan fashion sudah tertanam sejak kecil. Kala itu, ia gemar menggambar dan memperhatikan gaya berpakaian para selebritis dari berbagai negara. Dari kebiasaan itu, muncul ketertarikan untuk memahami lebih dalam ide dan kreativitas yang dapat diwujudkan menjadi karya busana.
Kecintaannya terhadap fashion itu pula yang membuat Deajay mantap memilih Program Studi D4 Tata Busana Unesa, meskipun berasal dari jurusan IPA semasa SMA dan tidak memiliki latar belakang pendidikan busana. Ia sempat merasa nekat, tetapi justru itu menjadi titik awal perjalanan barunya di dunia fashion.
“Saya sempat diliputi keraguan karena benar-benar memulai semuanya dari nol. Tanpa latar belakang pendidikan fashion, saya harus belajar banyak hal baru mulai dari membuat pola, mengenal bahan, hingga menjahit,” terangnya.
Saat menuli tugas akhir, ia mengangkat judul “Hibridisasi Budaya Korea Selatan dan Indonesia dalam Hanbok Modern.” Karya ini menggabungkan motif tenun Geringsing dari Bali dengan simbol Sipjangsaeng khas Korea Selatan dalam satu rancangan busana modern yang elegan.
“Saya ingin menampilkan bagaimana dua budaya besar dapat bersatu melalui fashion tanpa kehilangan makna aslinya,” ujarnya.

Ide itu, kata Deajay, muncul saat melihat banyak penggemar K-pop di Indonesia ingin memakai busana yang berbau lokal tapi tetap modern. Ia ingin menjembatani dua budaya ini lewat karya busana.
Dalam proyek itu, Deajay membuat satu set busana siap pakai yang terdiri dari blus menyerupai hanbok, korset bermotif Sipjangsaeng, dan rok lebar khas hanbok tradisional. Ia menambahkan detail sulam tangan dan teknik cetak digital agar hasil akhirnya terlihat segar dan modern.
Menariknya, dalam proses penilaian, ia juga melibatkan pengrajin tenun Geringsing serta dosen seni dari Universitas Sungkyunkwan Korea Selatan untuk memberikan pandangan profesional terhadap karyanya. Kolaborasi ini membuat hasil akhirnya tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna budaya.
Putri dari Dwi Chrissanto dan Engelia Rusiana ini menceritakan proses pembuatan tugas akhir tersebut menjadi pengalaman paling berkesan selama kuliah. Selain menantang dari sisi teknis, ia juga harus melakukan riset pasar dan membagi waktu antara menulis laporan, menjahit, dan menyiapkan presentasi.
“Rasanya capek, tapi begitu karya jadi dan diterima dengan baik, semua terbayar. Saya bangga bisa membawa unsur budaya Indonesia ke dalam karya yang bernuansa internasional,” tuturnya.
Selama kuliah, Deajay dikenal aktif dan berprestasi. Salah satunya, pernah menjadi Juara 2 Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unesa 2023.
Reporter: Ja’far
Editor: Basyir


